Analisis Asuhan Keperawatan Pada Anak Dengan Penerapan Terapi Bermain Jenga Terhadap Penurunan Kecemasan Anak Usia Prasekolah (4–6 Tahun) Saat Hospitalisasi
Abstract
Kecemasan merupakan respons psikologis yang sering dialami anak usia prasekolah selama menjalani hospitalisasi. Kondisi ini muncul akibat lingkungan rumah sakit yang asing, keterbatasan kemampuan anak dalam memahami prosedur medis, serta perpisahan dengan keluarga. Kecemasan yang tidak ditangani secara tepat dapat menghambat kerja sama anak dalam perawatan dan memperlambat proses penyembuhan. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat digunakan adalah terapi bermain jenga sebagai bagian dari prinsip atraumatic care. Penulisan ini bertujuan untuk menganalisis penerapan asuhan keperawatan dengan terapi bermain jenga terhadap penurunan tingkat kecemasan anak usia prasekolah (4–6 tahun) selama hospitalisasi. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan one group pretest–posttest pada kelompok intervensi. Pengukuran tingkat kecemasan dilakukan menggunakan Spence Children’s Anxiety Scale (SCAS) sebelum dan sesudah intervensi. Terapi bermain jenga diberikan satu kali dengan durasi ±30 menit. Hasil penerapan menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan anak dari kategori berat menjadi kategori sedang setelah diberikan terapi bermain jenga. Kesimpulan dari penerapan ini adalah terapi bermain jenga efektif digunakan sebagai intervensi keperawatan untuk menurunkan kecemasan anak usia prasekolah selama hospitalisasi dan dapat direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan anak di ruang rawat inap.
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Aurora Dhiva Putri

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

