Hubungan Kualitas Pelayanan Kesehatan dengan Kepuasan Pasien di Unit Rawat Jalan Puskesmas Baso Tahun 2025
Abstract
Hospitalisasi pada anak prasekolah merupakan suatu kondisi yang berpotensi menimbulkan stres dan kecemasan akibat perubahan lingkungan, perpisahan dengan orang tua, serta paparan terhadap prosedur medis yang tidak familiar dan seringkali menimbulkan rasa takut. Anak prasekolah berada pada tahap perkembangan kognitif prakonseptual, sehingga belum mampu memahami secara rasional tujuan tindakan medis yang diberikan. Kondisi ini menyebabkan anak lebih rentan mengalami kecemasan yang dapat memengaruhi perilaku, kerja sama selama perawatan, serta proses penyembuhan secara keseluruhan. Salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang dapat diterapkan untuk mengurangi kecemasan adalah terapi bermain playdough. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh terapi bermain playdough terhadap tingkat kecemasan anak prasekolah akibat hospitalisasi. Metode yang digunakan adalah Evidence Based Nursing Practice (EBNP) dengan desain pra-eksperimental one group pretest–posttest pada kelompok intervensi. Pengukuran Tingkat kecemasan diukur menggunakan Taylor Manifest Anxiety Scale (TMAS) sebelum dan sesudah pemberian terapi bermain playdough selama ±30 menit. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan tingkat kecemasan dari kategori cemas berat menjadi cemas sedang setelah intervensi diberikan. Terapi bermain playdough terbukti efektif dalam membantu anak menjadi lebih rileks, kooperatif, serta mampu mengalihkan perhatian dari stresor hospitalisasi. Intervensi ini direkomendasikan sebagai bagian dari asuhan keperawatan anak untuk mendukung prinsip atraumatic care.
Published
How to Cite
Issue
Section
Citation Check
License
Copyright (c) 2026 Rahmi Pratiwi

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-ShareAlike 4.0 International License.

